![]() |
| Bagian Depan Pulau Huha |
![]() |
| Sumber Google Map |
Walaupun di pelabuhan kwandang terdapat banyak pilihan perahu motor sebagai sarana menuju pulau huha, namun kami memilih alternatif rute penyeberangan melalui Pantai Mutiara Laut (Bengel) yang terdapat di Desa Mutiara Laut, pilihan ini kami lakukan sebagai bagian dari menggapai sensasi dalam melakukan travelling ibarat seorang backpaker, yang melakukan perjalanan dengan pengeluaran yang super irit hehehehe......maklum isi dompet kami mulai menipis. Disamping itu travelling tanpa trekking sepertinya kurang keren kan sahabat blooger....., dan kami pun meluncur dari pelabuhan kwandang menggunakan mobil menuju Desa Mutaira Laut tepatnya di perkampungan nelayan pesisir pantai mutiara laut, setelah melalui rute berkelok dan menanjak selama 40 menit di jalur jalan trans sulawesi pantai utara gorontalo-manado, kami pun sampai di pertigaan perbatasan Kecamatan Temilito-Gentuma, lalu mengambil jalur belok kiri menuju ke arah utara dengan jalan beraspal yang lebarnya kurang dari 4 meter.....iya sahabat blogger jalannya sangat kecil sehingga sesekali mobil kami harus menepi dipinggiran jalan dan berhenti, untuk sekedar memberikan kesempatan mobil lainnya lewat saat berpapasan.
Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit dari pertigaan tadi dan jalan sempit, kami pun sampai diujung aspal, yang menandakan mobil sedan Daihatsu Go yang kami tumpangi harus berhenti, karena medan selanjutnya yang berjarak 2 Km tidak memungkinkan untuk dilanjutkan dengan menggunakan mobil yang kami tumpangi, maka kami memutuskan untuk melakukan trekking......kebetulan lokasi terakhir dari jalan beraspal terdapat Pos TNI AL, sehingga kami pun merasa aman untuk meninggalkan mobil milik Tatha di depan Pos TNI AL tersebut.
Sahabat blogger, kebetulan yang pernah melakukan survey ke lokasi ini aku sama Steve Saldy Supit teman di komunitas Soins Gorontalo namun belum sempat ikut trip kali ini, Karena yang dianggap paling tau medan kali ini aku maka Tatha pun berucap "ka berapa kilometer kita harus jalan kaki?".....spontan aku jawab, "kurang lebih sekitar 1 Km", walaupun dalam hati aku berkata itu sih baru setengah perjalanannya hahaha.......terkadang berbohong itu dibutuhkan untuk menjaga tekad dan semangat dalam melakukan trekking. So sahabat blogger setelah menyiapkan bawaan ringan seperti Camera dan Handphone yang tidak boleh ketinggalan, dan menimbang-nimbang barang bawaan dengan pertimbangan akan membebani dalam perjalanan nanti, sehingga kami berlima tidak satu pun yang membawa alat bawaan yang berbobot diatas 1 kilogram termasuk alat snorkeling dan lain-lain, sampai kami pun lupa untuk membawa bekal air mineral.....waaaahhhhh persiapan trekking yang mengkhawatirkan nih kayaknya hehehe..........
Setelah merasa cukup mengabadikan keindahan panorama landscape bukit mutiara dari spot jepret amazing (sebutan yang kuciptakan sendiri) yang aku sebutkan tadi, kami pun mulai melanjutkan trekking masih dengan rute jalan tak beraspal dan sedikit berbatu dan landai, namun kemudian jalan mulai menurun dan terus menurun hingga mencapai perkampungan nelayan.
Sesampainya di perkampungan, kami beristirahat sejenak dan serentak mengucapkan kata "Hauusssssss........", betapa kering terasa kerongkongan ini saat itu........, dan betapa lelahnya kaki melangkah, namu sesaat kemudian kami pun terhibur melihat banyaknya pohon kelapa yang tumbuh di areal perkampungan......dan serentak pun berucap "kelapa.....kelapa.....air kelapa", walhasil setelah melalui perjuangan juru lobi untuk mendapatkan kelapa muda dan menemukan Pak Ute penduduk kampung yang bisa memanjat kelapa........akhirnya kami pun segera dapat menikmati segarnya air kelapa muda dan sekejappun haus dikerongkongan pergi dan berlalu.
Sesampainya di perkampungan, kami beristirahat sejenak dan serentak mengucapkan kata "Hauusssssss........", betapa kering terasa kerongkongan ini saat itu........, dan betapa lelahnya kaki melangkah, namu sesaat kemudian kami pun terhibur melihat banyaknya pohon kelapa yang tumbuh di areal perkampungan......dan serentak pun berucap "kelapa.....kelapa.....air kelapa", walhasil setelah melalui perjuangan juru lobi untuk mendapatkan kelapa muda dan menemukan Pak Ute penduduk kampung yang bisa memanjat kelapa........akhirnya kami pun segera dapat menikmati segarnya air kelapa muda dan sekejappun haus dikerongkongan pergi dan berlalu.
Sesekali aku mencoba mencairkan suasana tegang saat gelombang silih berganti menghantam body perahun dengan mengeluarkan kata-kata yang kocak, namun ternyata tidak berarti lucu bagi teman-teman, khususnya si Dini yang terlihat tegang maklum dia hanya pandai berenang renang bila memakai safety jackets hehehe.........
Pada sisi sudut kiri dan kanan pulau berbentuk teluk mini yang dengan pinggiran pantai berupa pasir putih dan air laut yang berwarna biru kehijauan. Hampir seluruh bagian pinggiran pulau diselimuti pasir putih dan hanya bagian belakang yang berbentuk bukit pinggirannya berupa batu-batu laut yang tersusun tidak beraturan namun terlihat artistik, dan disaat mata memandang ke arah timur dari salah satu sudut pantai, terlihat kumpulan batu-batu besar di laut yang membentuk pulau-pulau kecil dengan jarak dari pantai berkisar 400 meter, keelokan pulau huha diperkuat oleh alur reef yang mengarah ke pulau-pulau batu sehingga menciptakan warna biru kehijauan di alur tersebut. Setelah cukup puas menikmati keindahan panorama pulau beserta pantainya, dan setelah lelah mengabadikan pesona yang dimiliki pulau ini, kami pun tidak menyianyiakan waktu untuk merasakan hangatnya air dalam beningnya air laut dipinggiran pantai pulau huha, aktivitas berenang dan bermain air sampai menngumpulkan kerang-kerang unik yang telah mati pun kami lakukan.Guys......sahabat blogger bila kelak anda ke tempat ini, silahkan menikmati pesona pulau huha ini, namun jangan lupa untuk membawa pulang sampah bawaan anda untuk dibuang di tempat sampah, dan jangan sekali-sekali mengotori atau merusak lingkungan maupun segala habitat yang hidup dipulau ini, karena keindahan pulau ini akan selalu terjaga bila kita berbuat dan bertindak untuk menjaga dan melestarikannya......seperti semboyan Soins Gorontalo.......We Travel We Care..........nah selamat berpetualang dan berkunjung di Pulau Huha yang menawan ini.
By Zain Baladraf (Soins Gorontalo)
![]() |
| Sisih Kanan Pulau Huha |
![]() |
| Sisih Kiri Pulau Huha |











1 komentar:
Saya ibu haruni pengunjung baru di blog ini ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Mbah Budi Hartono karna berkat bantuan pesugihan putih sebesar 3 Miliar yang Mbah berikan saya tidak tau harus berbuat apa untuk membalas kebaikan Mbah Budi Hartono awalnya saya kurang yakin dengan adanya pesugihan tapi dengan ekonomi tidak perna bercukupan di tambah hutang lagi menumpuk sudah berapa banyak paranormal yang saya hubungi tidak ada satupun yang berhasil malahan hutang-hutang saya bertambah banyak cuma Mbah Budi Hartono yang memberikan hasil melalui bantuan pesugihan putihnya akhirnya saya bisa sukses kini kehidupan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya ini semua berkat bantuan Mbah Budi Hartono bagi teman-teman semua punya masalah ekonomi / terlilit hutang mau sukses seperti saya silahkan hubungi atau sms di no 085=256=077=899 Mbah Budi Hartono atau kunjungi website klik PESUGIHAN PUTIH TANPA TUMBAL saya akui beliau paranormal yang bisa di percaya karna betul betul memberikan hasil inilah kisa nyata dari saya ibu haruni tidak ada unsur kebohongan dalam hal ini terima kasih..
Posting Komentar